Monday, 2 February 2015

Aksi Penggalangan Dana Turun Ke Jalan Minta Sumbangan? Ada beberapa ide bermanfaat lainnya yang bisa Anda pertimbangkan



Orang minta sumbangan di persimpangan lalu lintas merupakan pemandangan yang umum di Indonesia bukan? Ada yg dengan menggunakan jas almamater, seragam tertentu, baju bebas, dan sebagainya dan didampingi oleh kardus mie instan atau air mineral menghampiri tiap kendaraan yang berhenti di persimpangan jalan menunggu lampu hijau. Alhamdulillah orang Indonesia pun banyak yang dermawan menyisihkan sebagian isi dompetnya untuk diberikan kepada orang-orang tersebut.

Motif mereka mau berjuang berpeluh di tengah terik matahari turun ke jalanan meminta sumbangan bermacam-macam, biasanya sih untuk mengumpulkan dana buat korban bencana alam, korban perang, pembangunan mesjid, pembangunan pesantren, dsb. Ada juga sih yg sebenarnya kedok doang alias penipuan maka sebaiknya berhati-hati.

What I am going to say here is itu merupakan tugas yang cukup mulia (kecuali yg menipu, yaiyalah), but I have a better idea yang mungkin bisa dipertimbangkan.


Bagaimana dengan menjual barang-barang unik tertentu, bisa karya sendiri atau pesanan, kemudian dijual di jalanan? Anda bisa: 
-menyablon kaos dengan gambar atau tulisan quote tertentu
-jaket
-hijab
-membuat mini cake atau cupcake bergambar
-karangan bunga
-asesoris seperti gantungan kunci atau hiasan kendaraan dan rumah
-sticker
-donat, risol, es cendol, kue kering
-pengharum aromaterapi
-masker bergambar lucu, dan berbagai ide produk kreatif lainnya.



Jika tidak ingin berpanas-panasan di jalan raya, Anda bersama rekan bisa membuka lapak kaki lima dadakan yang menjual produk-produk tersebut di atas.
Agar menarik perhatian, salah seorang bisa berteriak menggunakan toa. Anda juga bisa menjual jasa seperti menggambar inai pada salah satu bagian tubuh konsumen.
Ingin yang lebih berkelas? Komunitas Anda bisa mengadakan:
-pentas seni yang bernilai jual sehingga masyarakat sekitar mau membeli tiket untuk menonton pertunjukan Anda
-mengamen di warung atau restoran atau langsung aja di jalanan/trotoar asal tidak memicu kemacetan (tentu saja paduan suara atau penampilan musik yang berkelas bukan asal-asalan)
-membuat pizza, dimsum, sushi, atau makanan lainnya dan free delivery. Sebenarnya masih banyak lagi ide-ide kreatif lainnya yang bisa Anda terapkan.

Alasan saya membuat postingan ini adalah saya merasa malu dengan banyaknya mahasiswa atau kaum terdidik lainnya yg meminta sumbangan di jalanan. Ini bukan kesalahan, hanya saja saya malu dengan 'mental peminta' yang mengalir di antara kaum terdidik kita. Kaum terdidik saja seperti itu, apalagi yg tidak educated? Apa salahnya kita melakukan sesuatu yang kreatif dan produktif? Anak muda dan terdidik pulak.

Saya tau maksud Anda baik. Selain usaha Anda yang mau berpeluh dan rela dibakar matahari demi kaum yang membutuhkan, Anda juga membuka peluang bagi mereka yang mau bersedekah. Bahkan mungkin Anda juga secara rahasia menyisipkan sebagian uang saku Anda utk disedekahkan. Tapi bagaimana jika mindsetnya diubah?
Anda sebagai kaum intelek, memproduksi suatu barang atau jasa --> kemudian menjual produk tersebut --> seluruh keuntungannya digunakan utk amal. Bayangkan tabungan Anda utk akhirat nanti! Mulai dari:
-memikirkan pencarian modalnya
-produk apa yg ingin dijual
-berusaha meluangkan waktu dan keringat Anda dalam proses produksinya, packaging, promosi
-turun ke jalannya, hingga akhirnya barang tersebut jatuh ke tangan konsumen.

Jika saat promosi atau menjual Anda memaparkan tujuan aksi amal Anda tersebut, Anda akan mendapati konsumen yang mau membeli donat yang harga sebenarnya Rp2.000, mereka beli dengan harga Rp5.000 atau lebih atau bahkan mau membelinya dalam jumlah yang banyak alias borong.  konsumen ikut beramal bahkan perut mereka pun kenyang. Amal Anda utk akhirat berkali lipat dan harga diri Anda sebagai kaum intelek muda pun terangkat daripada harus bermental 'peminta' di jalanan.

Saya tau sudah banyak yang menerapkan kegiatan super positif ini dan bagi yang sudah menerapkan: kalian anak muda hebat & bermartabat! Bagi yang belum, mungkin ide yang belum seberapa ini, bisa dipertimbangkan, dikembangkan, dan diterapkan dalam aksi mulia penggalangan dana komunitas Anda ke depan. :)


*pictures credit to the owners

No comments:

Post a Comment