Monday, 2 February 2015

JOMBLO, Korban Bully Paling Hot

Menurut Kompasiana dot com, jomblo adalah sebutan bagi orang yang tidak mempunyai ikatan hubungan dengan lawan jenis. Orang bilang jomblo dan single tidak sama, dimana jomblo itu nasib sedangkan single itu prinsip. Kalo menurut saya pribadi sih sama aja, cuma perbedaan budaya yang melatarbelakangi kedua kata itu yang membuat konotasinya berbeda.

Saya lupa kapan pertama kali istilah jomblo ini hits dikalangan anak muda. Awalnya sih saya menanggapi joke-jokenya biasa aja, kadang tertawa kalo lucu. Tapi lama-lama enek juga. Soalnya banyak anak muda yang 'take it personally'. Jadi kebawa dalam kehidupan sehari-harinya, sadar atau tidak.

Maksudnya mereka yang jomblo itu bener-bener ngerasa dirinya ngenes, losing themselves, empty, lonely, dan berbagai ke-ngenes-an lainnya. Ketika temen-temennya udah pada punya pacar, dia ngerasa ga laku. Hingga temennya ngeledekin dan banyak yang berbaik hati kemudian mencarikan seseorang yg bisa mengangkatnya dari jerat kejombloan yang nista.

Coba bayangin, dimana letak harga diri lo (kalo emang lo pikir punya pasangan tampak lebih cool) kalo lo pacaran atas dasar mengobati rasa lonely atau supaya tampak 'laku', pacaran atas dasar 'jalanin aja karena belum kepikiran apa-apa buat nikah', dengan biaya hidup masih ditanggung orang tua. Artinya kerjaan lo cuma ngabisin duit ortu buat
~nonton
~bensin
~makan di luar
~beli kue atau asesoris lucu setiap monthiversary
~beli hadiah lebih spesial setiap ultahnya
~beli pulsa
~beli paket
~mesra-mesraan, dll
dan lo anggap kegiatan ini lebih terhormat daripada menyandang status jomblo. Ini bukan kisah masa muda inspiratif yang bisa lo ceritain ke anak cucu lo.

Saya tidak bilang orang jomblo bakalan lebih sukses daripada orang yang pacaran. No. Semuanya tergantung dari bagaimana Anda menjalani itu semua, bagaimana Anda memaksimalkan sisi positif dari status apapun Anda saat ini.

For jomblo, please, be cool and thankful with your status! Lakukan semua hal positif yang bisa Anda lakukan hanya ketika Anda sedang single. Jangan jadikan jomblo atau hal lain yang berkaitan dengan ke-ngenes-an-nya sebagai dasar Anda harus segera menemukan pasangan. Never! Percayalah bahwa alasan Anda menjomblo sekian lama bukan karena Anda JELEK, KERE, atau GA LAKU! Tapi karena Anda punya standar. Coba deh standarnya diturunin, pasti bakalan banyak yang mau sama Anda kan? Nah, masalahnya Anda yang ga mau kan?

So, be busy to improve yourself, love will find the way.

Aksi Penggalangan Dana Turun Ke Jalan Minta Sumbangan? Ada beberapa ide bermanfaat lainnya yang bisa Anda pertimbangkan



Orang minta sumbangan di persimpangan lalu lintas merupakan pemandangan yang umum di Indonesia bukan? Ada yg dengan menggunakan jas almamater, seragam tertentu, baju bebas, dan sebagainya dan didampingi oleh kardus mie instan atau air mineral menghampiri tiap kendaraan yang berhenti di persimpangan jalan menunggu lampu hijau. Alhamdulillah orang Indonesia pun banyak yang dermawan menyisihkan sebagian isi dompetnya untuk diberikan kepada orang-orang tersebut.

Motif mereka mau berjuang berpeluh di tengah terik matahari turun ke jalanan meminta sumbangan bermacam-macam, biasanya sih untuk mengumpulkan dana buat korban bencana alam, korban perang, pembangunan mesjid, pembangunan pesantren, dsb. Ada juga sih yg sebenarnya kedok doang alias penipuan maka sebaiknya berhati-hati.

What I am going to say here is itu merupakan tugas yang cukup mulia (kecuali yg menipu, yaiyalah), but I have a better idea yang mungkin bisa dipertimbangkan.


Bagaimana dengan menjual barang-barang unik tertentu, bisa karya sendiri atau pesanan, kemudian dijual di jalanan? Anda bisa: 
-menyablon kaos dengan gambar atau tulisan quote tertentu
-jaket
-hijab
-membuat mini cake atau cupcake bergambar
-karangan bunga
-asesoris seperti gantungan kunci atau hiasan kendaraan dan rumah
-sticker
-donat, risol, es cendol, kue kering
-pengharum aromaterapi
-masker bergambar lucu, dan berbagai ide produk kreatif lainnya.



Jika tidak ingin berpanas-panasan di jalan raya, Anda bersama rekan bisa membuka lapak kaki lima dadakan yang menjual produk-produk tersebut di atas.
Agar menarik perhatian, salah seorang bisa berteriak menggunakan toa. Anda juga bisa menjual jasa seperti menggambar inai pada salah satu bagian tubuh konsumen.
Ingin yang lebih berkelas? Komunitas Anda bisa mengadakan:
-pentas seni yang bernilai jual sehingga masyarakat sekitar mau membeli tiket untuk menonton pertunjukan Anda
-mengamen di warung atau restoran atau langsung aja di jalanan/trotoar asal tidak memicu kemacetan (tentu saja paduan suara atau penampilan musik yang berkelas bukan asal-asalan)
-membuat pizza, dimsum, sushi, atau makanan lainnya dan free delivery. Sebenarnya masih banyak lagi ide-ide kreatif lainnya yang bisa Anda terapkan.

Alasan saya membuat postingan ini adalah saya merasa malu dengan banyaknya mahasiswa atau kaum terdidik lainnya yg meminta sumbangan di jalanan. Ini bukan kesalahan, hanya saja saya malu dengan 'mental peminta' yang mengalir di antara kaum terdidik kita. Kaum terdidik saja seperti itu, apalagi yg tidak educated? Apa salahnya kita melakukan sesuatu yang kreatif dan produktif? Anak muda dan terdidik pulak.

Saya tau maksud Anda baik. Selain usaha Anda yang mau berpeluh dan rela dibakar matahari demi kaum yang membutuhkan, Anda juga membuka peluang bagi mereka yang mau bersedekah. Bahkan mungkin Anda juga secara rahasia menyisipkan sebagian uang saku Anda utk disedekahkan. Tapi bagaimana jika mindsetnya diubah?
Anda sebagai kaum intelek, memproduksi suatu barang atau jasa --> kemudian menjual produk tersebut --> seluruh keuntungannya digunakan utk amal. Bayangkan tabungan Anda utk akhirat nanti! Mulai dari:
-memikirkan pencarian modalnya
-produk apa yg ingin dijual
-berusaha meluangkan waktu dan keringat Anda dalam proses produksinya, packaging, promosi
-turun ke jalannya, hingga akhirnya barang tersebut jatuh ke tangan konsumen.

Jika saat promosi atau menjual Anda memaparkan tujuan aksi amal Anda tersebut, Anda akan mendapati konsumen yang mau membeli donat yang harga sebenarnya Rp2.000, mereka beli dengan harga Rp5.000 atau lebih atau bahkan mau membelinya dalam jumlah yang banyak alias borong.  konsumen ikut beramal bahkan perut mereka pun kenyang. Amal Anda utk akhirat berkali lipat dan harga diri Anda sebagai kaum intelek muda pun terangkat daripada harus bermental 'peminta' di jalanan.

Saya tau sudah banyak yang menerapkan kegiatan super positif ini dan bagi yang sudah menerapkan: kalian anak muda hebat & bermartabat! Bagi yang belum, mungkin ide yang belum seberapa ini, bisa dipertimbangkan, dikembangkan, dan diterapkan dalam aksi mulia penggalangan dana komunitas Anda ke depan. :)


*pictures credit to the owners